Menguak Tabir Dosa Ekologi di Balik Proyek PLTP Sibayak (Bagian ke-6)

Juli 31, 2008

 

Bencana Mengintai dari Hulu Sungai Deli

SIAPA yang paling gelisah dengan gundulnya hutan lindung di lokasi eks sumur panas bumi SBY D dan meluasnya pembukaan hutan untuk lahan pertanian di  sisi kiri dan kanan jalan bekas lintasan jalur tambang geothermal Sibayak? Berada di lembah Sibayak, penduduk Desa Doululah yang paling mencemaskan terjadinya bencana alam. Penduduk Kota Medan yang berada 50 Km dari hulu Desa Doulu juga merasa cemas jika kerusakan ekologi di hutan Sibayak bertambah parah, sehingga tak heran pula kalau banyak NGO berbasis lingkungan di kota metropolitan ini yang tetap awas terhadap setiap kegiatan komersial yang berdampak merusak  hutan Sibayak.

  Baca entri selengkapnya »


Menguak Tabir Dosa Ekologi di Balik Proyek PLTP Sibayak (Bagian ke-5)

Juli 31, 2008

Rakyat Berpacu Menggarap Tahura 

 

ADA GULA ada semut. Pembukaan jalan lintas untuk membuka proyek panas bumi dari SBY- B ke SBY- D dengan membelah hutan Tahura Bukit Barisan membawa dampak ikutan. Di hampir sepanjang jalan dari SBY- B menuju SBY- D, ditemukan ladang-ladang pertanian hortikultura yang dulunya merupakan kawasan lindung Tahura Bukit Barisan.

 

Ladang-ladang di kiri-kanan jalan itu ditanami beragam jenis sayuran seperti bawang prei, tomat dan cabei. Sebagian penduduk Desa Semangat Gunung juga menanami lahan garapannya dengan tanaman kopi, terutama di tanah berkemiringan lebih 45 derajat. Luas ladang tergantung kemampuan menggarap. Ada yang cuma setengah hektar, tapi beberapa petak ladang juga bisa mencapai  satu-dua hektar.

  Baca entri selengkapnya »


Menguak Tabir Dosa Ekologi di Balik Proyek PLTP Sibayak (Bagian ke-4)

Juli 31, 2008

 

Siasat Menyulap Jalan Tambang

jaln proyek

jaln proyek

 

 

·   erwinsyah

 

MESKI berada di ketinggian punggung gunung yang berhutan lebat dan bertebing curam, menuju lokasi sumur panas bumi SBY- D tidaklah sesulit yang dibayangkan. Saat ini, telah terbuka dua jalur membelah hutan Tahura Bukit Barisan dengan kondisi jalan beraspal mulus selebar 4-5 meter hingga ke puncak bukit SBY- D. Jalur alternatif merupakan jalan wisata Tahura dari Desa Jaranguda, Brastagi, yang sering dilalui turis atau para hiker untuk mendaki Gunung Sibayak. Sedangkan jalur utama masuk dari jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Brastagi Simpang Desa Doulu, Kecamatan Brastagi, Kabupaten Karo, menuju obyek wisata hotspring (pemandian air panas) Desa  Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka. Dari Desa di bawah kaki Gunung Sibayak ini perjalanan dilanjutkan ke SBY-D melalui jalan tambang  PLTP Sibayak.

 

Medan Bisnis yang menumpangi mobil Toyota Kijang kapsul memilih masuk dari jalinsum Medan-Brastagi Simpang Doulu, Kecamatan Brastagi. Simpang Doulu ini sekitar 50 km dari Medan atau 10 km lagi sebelum mencapai kota wisata Brastagi.

 

Baca entri selengkapnya »


Menguak Tabir Dosa Ekologi di Balik Proyek PLTP Sibayak (Bagian ke-3)

Juli 31, 2008

 

Misteri Dana Reklamasi

bekas kolam geothermal

bekas kolam geothermal

 

 

ADANYA dugaan Pertamina Geothermal menghindari kewajiban pelaksanaan reklamasi semakin mencengangkan ketika Medan Bisnis mendapat informasi penting bahwa PT Pertamina Geothermal diam-diam telah memberikan “biaya reklamasi” lahan SBY-D di kawasan Tahura Bukit Barisan itu ke Dinas Kehutanan Kabupaten Karo pada tahun 2005.

 

“Setahu saya sudah ada ‘biaya reklamasi’ diserahkan ke Dinas Kehutanan Kabupaten Karo. Setelah Pertamina mengambalikan izin pakai,  kemudian ditindaklanjuti dinas kehutanan, itu (reklamasi, red) biayanya berapa. Ya, Pertamina memberikan sebesar itu. Selanjutnya tanggung jawab penanaman ada pada Dinas Kehutanan Kabupaten. Katanya sudah dihijaukan. Tapi saya ggak tahu. Belum di-chek,” ungkap Kepala Balai Tahura Bukit Barisan, Sihol Sinaga,  saat ditemui Medan Bisnis di kantor Tahura Bukit Barisan,Tongkoh, Brastagi.

  Baca entri selengkapnya »


Menguak Tabir Dosa Ekologi di Balik Proyek PLTP Sibayak (Bagian ke-2)

Juli 30, 2008

 

 

Jurus Menghindari Wajib Reklamasi

 

 

# erwinsyah

 

APAPUN alasan penutupan area sumur panasbumi SBY-C dan SBY-D, hingga kini belum terlihat ada upaya PT Pertamina Geothermal mereklamasi lahan. Padahal, lima tahun dalam pembiaran adalah waktu yang terlalu lama untuk memenuhi kewajiban merevegetasi hutan yang gundul.

 

Kabid Teknologi Lingkungan Badan Pengawas Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatera Utara Rosdiana Simarmata mengaku tim Bapedalda Sumut pada 25 Februari 2008 lalu juga sudah meninjau lokasi SBY-D. “Dari pemantauan pelaksanaan amdal, PT Pertamina Geotermal ternyata sama sekali belum merealisasikan kewajiban reklamasi,“ tuturnya kepada Medan Bisnis.

  Baca entri selengkapnya »


Menguak Tabir Dosa Ekologi di Balik Proyek PLTP Sibayak (Bagian ke-1)

Juli 30, 2008

 

 PLTP Sibayak

 

 

Manis Kurang, Sepah Dibuang

 

Indonesia memiliki potensi panasbumi (geothermal) sebesar 27.791 MW. 80% sumber energi terbarukan ini berada di kawasan hutan lindung. Tidak memanfaatkan karunia Tuhan ini untuk mengatasi krisis listrik adalah sebuah kebodohan. Tapi membiarkan investor panasbumi merusak ekologi, mengabaikan reklamasi lahan dan sikap tak peduli atas munculnya dampak ikutan akibat pembukaan hutan lindung untuk eksploitasi geothermal adalah kebodohan lain.

 

Proyek Pembangkit Listrik Panasbumi (PLTP) Sibayak hanyalah sebuah cermin kecil tempat kita melihat bahwa elite bangsa ini—korporat dan birokrat—belum bersunggguh melindungi alam, yang memberikan kita sumber kehidupan.  Kalau untuk sepotong kecil kasus kerusakan ekologi ini saja pemerintah tidak becus mengatasinya, bagaimana  pula dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 2/2008 yang memberi ruang lebih terbuka untuk “menyewa’ hutan lindung?

 

Dua pekan lagi, Hari Bumi kembali diperingati. Dan setiap jengkal kehancuran ekologi harus senantiasa diwaspadai. Kelalaian menjaga kelestarian hutan harus selalu diingatkan, sebelum alam bertambah murka.Untuk itulah reportase mendalam ini dipersembahkan.

 

  Baca entri selengkapnya »